Rabu, 08 September 2021

KERAJINAN BAMBU

 

KERAJINAN BAMBU



1. Bambu

Bambu dapat dijadikan berbagai produk kerajinan yang bernilai estetis dan ekonomi tinggi. Sejak ratusan tahun lalu, orang Indonesia telah menggunakan bambu untuk berbagai kebutuhan, mulai dari yang paling sederhana seperti tempat jemuran hingga tikar dan anyaman yang rumit. Sampai saat ini, bambu masih digunakan untuk keperluan tersebut.

a.        Bambu Wulung

Bambu wulung tumbuh dengan rumpun yang 
tidak terlalu rapat. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah dan pegunungan. Warna kulit batangnya bermacam-macam seperti hitam, hijau kehitaman, ungu tua, dan bergaris kuning muda. Panjang ruasnya sendiri berkisar antara 40-50 cm.

                                               

Bambu ini seringnya dipakai untuk bahan kerajinan tangan sebab strukturnya tidak getas. Beberapa orang juga kerap menggunakannya sebagai anyaman, hiasan dinding, dan tiang rusuk bangunan.


b.        Bambu Apus

Bambu apus merupakan bambu yang paling banyak digu- nakan sebagai material bangunan. Alasannya karena bambu ini bentuknya lurus, strukturnya kuat, dan bersifat liat. Selain itu, bambu ini juga kerap dipakai untuk membuat anyaman karena memiliki serat yang panjang. Pohon bambu apus bisa tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi.




Warna kulit batangnya hijau dan berubah menjadi kekuningan setelah dikeringkan. Se- dangkan jarak ruasnya sekitar 45-65 cm, diameter 5-8 cm, dan tebal 3-15 mm. Diban- dingkan dengan tanaman bambu lainnya, bambu apus paling tahan dari serangan hama sebab rasanya pahit.


c.        Bambu Petung

Saat muda bambu petung mempunyai batang yang berwarna hijau, lalu berangsur-angsur menjadi kekuningan seiring dengan bertambahnya umur. Bambu petung mempunyai lingkar tengah pada batang yang cenderung lebih besar daripada jenis bambu yang lain. Ukuran diameter tersebut bisa mencapai lebih dari 20 cm dengan tebal 10-15 cm dan ruas sekitar 40-60 cm. Rata-rata panjang batang bambu petung yang beredar dipasaran antara 10-20 m.




Dari karakteristik yang dimilikinya tersebut, pekerja bangunan lantas memanfaatkan bambu ini sebagai elemen tekan berupa kolom karena memiliki kemampuan dalam me- nahan tekuk yang tinggi. Penggunaan lain dari bambu petung ini di antaranya seperti tiang pancang untuk memasang pondasi, pengecoran, dan tiang rumah tradisional. Mengingat ukurannya yang besar dan panjang, jangan heran kalau harganya lumayan mahal.


d.        Bambu Peting

Jangan salah, bambu peting ini tidak sama dengan bambu petung meskipun namanya hampir mirip. Perbedaan yang paling mencolok di antara keduanya ialah bambu peting memiliki serabut yang tidak terlalu banyak sehingga tampi- lannya terlihat lebih bersih. Berbeda dengan bambu petung yang jumlah serabut di dalamnya cukup banyak. Hal ini pula

yang membuat bambu petung lebih kuat, lebih kokoh, dan lebih stabil daripada bambu peting.




Bambu peting pada umumnya dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Misalnya untuk membantu proses pengecoran, sebagai tiang pemancang untuk memasang pondasi, serta dipakai untuk tiang bangunan. Ukuran bambu peting yang dijual di pasar biasanya memi- liki panjang 5 m, diameter 8-15 cm, dengan tebal 3-4 cm.


e.        Bambu Kuning

Bambu kuning adalah tanaman bambu yang sangat unik. Berbeda dari pohon bambu lainnya yang umumnya memiliki batang berwarna hijau, batang dari tanaman bambu yang satu ini berwarna kuning cerah. Karena keunikannya itulah, ban- yak orang yang lantas menanam bambu kuning sebagai tumbuhan hias. Tanaman ini juga mengandung banyak khasiat untuk kesehatan seperti mengobati infeksi dan mencegah hepatitis.




Pohon bambu kuning tumbuh subur di kawasan Asia Tenggara. Anda bisa memperban- yak melalui stek rumpun, cangkok, rhizoma, dan kultur jaringan. Batang bambu kuning tidak lumrah digunakan untuk membuat struktur bangunan karena kekuatannya yang tidak terlalu bagus. Tanaman ini sering dipakai untuk mengisi area taman. Bambu kuning diyakini dapat mendatangkan energi positif dan keberuntungan.

Kamis, 19 Agustus 2021

 

JENIS DAN KARAKTERISTIK KERAJINAN BAHAN KERAS


B. JENIS DAN KARAKTERISTIK KERAJINAN BAHAN KERAS

    1.     Bahan Keras Alam

Bahan keras alam adalah bahan untuk karya kerajinan yang diperoleh dari alam sekitar dan merupakan sumber daya alam baik hutan, bumi, maupun perairan Indonesia. Sifatnya pejal, solid, kuat, padat, dan tidak mudah berubah bentuk. Contoh bahan keras alam yang kita kenal adalah kayu, bambu, rotan dan sebagainya.

Kerajinan yang terbuat dari benda keras memiliki kecenderungan kuat dan tahan lama bahkan bertahun-tahun lamanya. Apalagi jika dirawat dengan baik, kualitasnya tidak berubah seperti pada awalnya. Kebanyakan orang memilih benda keras untuk produk fungsional yang membutuhkan penggunaan penggunaan dalam waktu jangka panjang. Tentunya nilai produk kerajinan bahan keras juga mengikuti kualitasnya.

 


 2.     Bahan Keras Buatan.

Bahan keras buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan bahan-bahan tertentu sehingga menjadi keras, dan memiliki sifat kuat dan tahan lama. Beragam karya kerajinan dari bahan keras buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa kaleng, kaca, dan sebagainya. Kaleng berasal dari logam besi tipis yang dilapisi timah, sifatnya ringan tapi kuat. Sedangkan kaca berasal dari pasir silika dan beberapa oksida, sifatnya transparan, tembus pandang, rentan, dan mudah pecah.

 

Keragaman bahan keras tentunya memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lainnya. Dibawah ini merupakan ciri-ciri dari bahan keras yaitu :

 1.    Bahan Keras Alam

Bahan keras alam adalah bahan yang berasal dari sumber daya alam, hutan, bumi, dan laut yang bersifat keras.

a.      Kayu

ü  Kayu terdiri dari berbagai macam jenis, diantaranya: mahoni, pinus, jati, nangka, kelapa, lame, albasia, sungkai, kamper, meranti, dan sebagainya.

ü  Masing-masing kayu memiliki ciri yang berbeda. Tetapi selain keras rata-rata memiliki serat atau urat kayu yang indah.

ü  Memiliki lingkaran tahun.

ü  Tahan lama dan dapat dibentuk dengan diukir.

ü  Ada yang memiliki beban ringan seperti lame dan albasia, ada pula yang berat seperti jati.

ü  Sebagian dapat memuat karena perubahan suhu, tidak demikian untuk kayu jati.

 

b.     Bambu

ü  Batangnya kuat, namun akan terjadi pelapukan jika terkena air terus menerus.

ü  Memiliki rongga dari ukuran 1 cm hingga 20 cm sehingga dapat dibuat sebagai wadah dalam kerajinan.

ü  Memiliki ruas batang. Ruas inilah yang unik. Terkadang dalam pembuatan kerajinan sangat ditonjolkan.

ü  Tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas.

ü  Dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuhan.

 

c.      Rotan

ü  Batangnya kuat, lebih kuat dari bambu. Terutama serat batangnya sangat kokoh.

ü  Rotan yang dimanfaatkan sebagai kerajinan ada yang berongga dan ada yang tidak. Yang berongga mempunyai ukuran 1/2 cm hingga 1 cm. Sedangkan yang tidak berongga merupakan bagian dalam dari rotan.

ü  Memiliki ruas batang namun lebih samar dibanding bambu.

ü  Tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas.

ü  Dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuhan.

ü  Rotan memiliki bentuk yang panjang bisa mencapai 10 meter karena hidupnya menjalar dan melilit, sedangkan panjangnya selalu bertambah.

 

2.    Bahan Keras Buatan

Bahan keras buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dari beberapa bahan dan bersifat keras.

a.      Kaca

ü  Kaca wujudnya transparan dan bening.

ü  Ketebalanya bervariasi antara 1 mm-2 cm tergantung pada kebutuhan.

ü  Permukaanya licin dan kilap. Jika dilukis harus menggunakan cat khusus yang dapat menempel pada permukaan kaca.

ü  Kaca dapat dilebur dan dibentuk dalam kondisi panas.

 

b.     Logam

ü  Logam terdiri dari berbagai warna, ada yang perak, emas, ada yang kemerahan/kecoklatan, dan juga berwarna perak keabu-abuan.

ü  Bentuknya ada yang tebal dan berat, adapula yang pipih dan tipis lagi ringan.

ü  Logam mudah terkorosi oleh udara, maka kadang dilapisi dengan krom atau lapisan emas murni. Ada pula yang melapisinya dengan cat. Oleh sebab itu perawatan pada produk kerajinan logam cukup membutuhkan perhatian agar tidak pudar.

👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

TUGAS : PELAJARI MATERI DI ATAS LALU SALIN DI BUKU TULIS !


Selasa, 03 Agustus 2021

Keragaman Muatan Nilai dalam Produk Kerajinan




Keragaman Muatan Nilai dalam Produk Kerajinan

Banyaknya bentuk produk kerajinan tidak lepas dari gagasan ataupun ide manusia yang dapat berawal dari suatu pikiran dan kehendak melalui tindakan cipta karsa. Apa yang selanjutnya dihasilkan dapat merupakan seperangkat karya dengan muatan pesan tertentu yang sangat ditentukan oleh penciptaan kreatif manusia. Oleh sebab itu pesan yang dapat kita peroleh berdasarkan proses berkarya ini dapat kita pilah sebagai berikut:




TUGAS 1 : PELAJARI MATERI TERSEBUT LALU SALIN DI BUKU CATATAN !


Kamis, 22 Juli 2021

PENGERTIAN & PRINSIP KERAJINAN BAHAN KERAS

 



PENGERTIAN & PRINSIP KERAJINAN BAHAN KERAS



Tugas daring untuk tanggal 23 Juli 2021


A.   PENGERTIAN KERAJINAN BAHAN KERAS

Produk kerajinan dari bahan keras merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat keras. Beberapa bahan keras yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut :
1.      Bahan keras alami, yaitu bahan yang diperoleh di lingkungan sekitar kita dan kondisi fisiknya keras, misalnya kayu, bambu, batu, dan rotan.
2.      Bahan keras buatan, yaitu bahan-bahan yang diolah menjadi keras sehingga dapat digunakan untuk membuat bahan-bahan kerajinan, misalnya berbagai jenis logam dan fiberglass.

B.   PRINSIP KERAJINAN BAHAN KERAS

Pengetahuan dalam keragaman bahan dan alat serta teknik yang digunakan dalam membuat kerajinan merupakan cermin dari kepiawaian perajin dalam menciptakan karyanya. perkembangan tersebut dapat dilihat dari pemanfaatan bahan, cara membuat, maupun penampilan dari karya yang muncul.

Adapun prinsip pembuatan kerajinan bahan keras meliputi :
1.      Keunikan bahan kerajinan
Bahan dapat diambil dari alam, bahan buatan, bahan limbah organik, dan bahan limbah anorganik. Seorang pengrajin hanya memerlukan ketekunan untuk dapat menciptakan sebuah karya dengan harga jual.
2.      Keragaman muatan nilai dalam produk kerajinan
Banyaknya bentuk produk tidak lepas dari gagasan ataupun ide manusia. Oleh sebab itu pesan dari proses berkarya dapat dipilah sebagai berikut :
a.       nilai fungsional
b.      nilai informatik
c.       nilai simbolik
d.      nilai prestise (wibawa)
3.      Aspek rancangan dalam produk kerajinan
Produk kerajinan mengandung banyak faktor yang menjadi bahan acuan dan pertimbangan. Adapun faktornya adalah :
a.       faktor teknis :
1)      metode produksi handal
2)      penerapan mesin dan manual
3)      tingkat kemahiran SDM\
b.      faktor ekonomis:
1)      pemasaran bersaing
2)      sistem distribusi
c.       faktor ergonomis :
1)      kenyamanan
2)      kesesuaian
3)      keamanan
d.      faktor sains dan teknologi
1)      unsur kebaruan
2)      mengikuti perkembangan
e.       faktor estetika 
1)      penampilan keindahan
2)      daya pikat
f.       kondisi lingkungan :
1)      nilai budaya 
2)      kondisi lingkungan 




       TUGAS :
       PELAJARI MATERI TERSEBUT LALU SALIN DI BUKU CATATAN !



KERAJINAN ROTAN

  KERAJINAN ROTAN Rotan merupakan palem berduri yang memanjat dan hasil hutan bukan kayu yang terpen- ting di Indonesia. Bagi...