Kamis, 25 Februari 2021

IKAN PERAIRAN LAUT

 

🐠🐠🐠 IKAN PERAIRAN LAUT 🐟🐟🐟

Ikan perairan laut adalah ikan yang hidup di laut, salinitasnya atau kadar garamnya sekitar diatas 30ppm. Kandungan gizi  yang lengkap hingga sangat baik untuk kesehatan. Berikut daftar ikan yang hidup dilingkungan air laut :

1.      Ikan Tuna


Ikan tuna merupakan ikan perenang (77 km/jam), memiliki sisik-sisik kecil berwarna biru tua dan agak gelap pada bagian atas bagian sirip berwarna kuning cerah. Olahan ikan tuna : fillet ikan, steak tuna, ikan kaleng/sarden, dll.

2.      Ikan Tenggiri


Ikan tenggiri memiliki bentuk tubuh memanjang dan pipih, bersisik kecil dan tipis dengan warna tubuh belang-belang biru gelap memiliki mulut besar dengan taring tajam. Olahan ikan tenggiri : siomay, kerupuk, bakso, pempek, dll.

3.      Ikan Kembung


Ikan kembung merupakan ikan kecil dengan warna biru kehijauan pada bagian atas putih kekuningan pada bagian bawah, memiliki barisan totol-totol hitam pada tubuhnya warna sirip kemuning-kuningan. Olahan ikan kembung : di goreng, bumbu balado, bumbu kuning, dll.

4. Udang

Udang memiliki siklus hidup = telur (50 ribu- 1 juta) → larva (nauplius) → zoea → mysis → udang muda (bentur). Olahan udang : udang goreng tepung, udang asam manis, kerupuk udang, dll. Jenis-jenis udang antara lain :

·         Udang jerbung

·         Udang Flower

·         Udang Windu/Pacet/Tiger

·         Udang Cokong/ Galah/ Tokal

·         Udang Dogol

·         Udang Kucing

·         Udang Barong

·         Udang Rebon

5. Cumi-cumi

     Cumi –cumi adalah jenis hewan moluska/ bertubuh lunak yang hidup di laut dengan 10 tangan yang panjang dan bermangkuk penghisap. Olahan cumi-cumi  diantaranya cumi-cumi panggang, cumi-cumi sambal balado,cumi-cumi goreng tepung, cumi-cumi saus lada hitam, cumi-cumi asin, kerupuk cumi-cumi, dll. 

Jenis cumi-cumi-cumi :

·         Cumi-cumi sotong

·         Cumi-cumi karang/ kadut

·         Cumi-cumi Blakutak

6. Rumput Laut


      Rumput laut merupakan alga mikroskopik yang hidup di perairan, seluruh bagian rumput laut disebut thallus.

      Alga : organisme autotrof  yang tidak memiliki organ seperti akar, batang, daun

    Autotrof : organisme  yang dapat membuat makanan sendiri dengan bantuan energi cahaya matahari dan kimia.

     Olahan rumput laut : bahan baku agar-agar

3.   

Kamis, 28 Januari 2021

Ikan Perairan Payau

 

🐟🐟🐟🐟🐟🐟🐟🐟🐟🐟🐟🐟🐟🐟🐟🐟🐟🐟🐟🐟🐟

2)    Ikan Perairan Payau 

Untuk materi hari ini Jum'at 5 Februari 2021 kita masih membahas soal ikan, kali ini saya akan memberikan informasi mengenai jenis-jenis ikan yang hidup di air payau. Namun sebelumnya tentu kita perlu mengetahui apa itu air payau? Sederhananya air payau merupakan campuran antara air tawar dengan air laut. 😊

Ok, kita akan bahas terlebih dahulu mengenai air payau secara singkat. Seperti yang telah saya sebutkan, air payau merupakan campuran antara air tawar dengan air asin. Air dapat dikatakan masuk ke dalam kategori air payau jika memiliki kandungan garam antara 0,5 hingga 30 gram dalam satu liternya.

Ada banyak jenis ikan yang cocok untuk dibudidayakan di air payau, beberapa contohnya adalah ikan bandeng, patin, kakap, dan masih banyak lagi. Tentunya tingkat keasinan yang ideal untuk setiap jenis ikan ini berbeda-beda. Sebagian ikan tidak akan mampu hidup di tingkat keasinan yang tinggi dan sebagian lagi membutuhkan tingkat keasinan yang lebih tinggi. Berikut jenis-jenis ikan perairan payau :

a.       Ikan Bandeng



Bukan rahasia lagi jika bandeng merupakan ikan dengan peminat yang cukup tinggi, selain harganya yang relatif murah, ikan bandeng ternyata memiliki rasa yang tidak kalah dengan ikan-ikan mahal.

Apabila kita amati penampilan ikan bandeng, rasanya lebih pas jika ikan ini hidup di air laut. Akan tetapi nyatanya ikan bandeng dapat hidup dan dibudidayakan di air payau. Ikan ini juga bisa dikatakan merupakan jenis ikan air payau unggulan.

Ikan bandeng memiliki ciri-ciri tubuh memanjang agak gepeng, warna hitam kehijauan dan keperakan di bagian sisi. Hasil olahan dari ikan bandeng yang terkenal adalah bandeng presto, yaitu ikan bandeng yang dimasak dengan cara dikukus atau direbus dengan tekanan tinggi sehingga durinya menjadi lunak. Bandeng presto adalah salah satu makanan yang dijadikan oleh-oleh khas Kota Semarang.

b.      Ikan Kakap

Ikan kakap ada yang berwarna merah dan ada yang berwarna putih. Ikan kakap putih adalah ikan yang disenangi banyak orang, ikan ini mampu hidup di daerah tropis maupun subtropis. Ikan kakap memiliki mulut lebar, sedikit serong dengan geligi halus, bagian atas penutup insang terdapat lubang kuping bergerigi.



Kakap putih adalah jenis ikan karnivora, dimana mereka memakan ikan lain yang lebih kecil, terutama memakan ikan dari jenis udang-udangan. Habitat asli dari kakap putih ailah sungai-sungai jernih, pantai mangrove dan pantai yang berkarang. Ikan kakap merupakan ikan yang banyak digunakan dalam pembuatan dalam pembuatan olahan ikan frozen food seperti otak-otak, siomay, kaki naga, nuget dan lain-lain.

c.       Ikan Patin



Jangan tanya lagi mengenai kualitas ikan patin, ikan dengan rasa yang sangat enak ini dapat dibudidayakan di air payau. Harga ikan patin yang relatif tinggi menyebabkan para pengusaha berlomba-lomba untuk memulai membudidayakan ikan patin.

Ikan patin tergolong ke dalam jenis ikan dengan pertumbuhan yang cepat, jika dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Memiliki ukuran yang lumayan besar serta daging yang benar-benar bagus menjadikan ikan patin sebagai buruan pecinta kuliner terutama ikan.

Senin, 18 Januari 2021

Pengolahan Hasil Peternakan dan Perikanan Menjadi Makanan Siap Saji

 



A. Pengolahan Hasil Peternakan dan Perikanan 
Menjadi Makanan Siap Saji




Kekayaan bahan pangan bumi Indonesia berlimpah ruah. Keanekaragaman sumber pangan yang sangat potensial tersebut, meliputi pangan nabati dan hewani. Pangan hewani tersebut meliputi produk perikanan dan peternakan. Produksi perikanan dan peternakan di Indonesia cukup tinggi. Begitu pula dengan bertambahnya penduduk, kebutuhan akan produk perikanan dan peternakan sebagai sumber protein terus meningkat. Oleh karena itu, untuk mempertahankan mutu olahan pangan diperlukan teknik pengolahan pangan perikanan dan peternakan yang baik, baik itu dengan teknik tradisional maupun modern.

Proses pengolahan ikan bahan setengah jadi dan bahan hasil samping dari hasil perikanan dan peternakan dilakukan secara diversifikasi yaitu pengolahan produk menjadi bervariasi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan minat konsumsi anak-anak usia sekolah dalam mengkonsumsi produk hasil perikanan dan peternakan berprotein tinggi dan berguna untuk tumbuh kembangnya. Selain itu pengolahan yang sudah diversifikasi ini sekarang sudah banyak ditemukan di pasaran.

1.   Jenis Ikan dan Daging

        Ikan dan daging banyak sekali jenisnya. Di sini hanya akan diuraikan jenis ikan dan daging yang    umum dijumpai di Indonesia. Ikan yang banyak hidup di Indonesia berdasarkan ekologinya terbagi menjadi 3, yaitu perairan tawar, perairan payau, dan perairan laut. Hewan pedaging yang umumnya banyak dibudidayakan adalah unggas dan hewan berkaki empat.

a.    IKAN

Ikan berdasarkan ekologinya atau tempatnya dibagi menjadi 3 yaitu perairan tawar, perairan payau, dan perairan laut.

1)       Ikan Perairan Tawar

         Ikan perairan tawar adalah ikan yang seluruh hidupnya di air tawar, seperti sungai, kolam dan danau. Lingkungan air tawar beda dengan lingkungan air laut, yang paling membedakan adalah tingkat salinitasnya. Kandungan gizi ikan air tawar juga hampir serupa dengan daging ikan air laut, walaupun daging ikan air laut lebih tinggi gizinya dibandingkan dengan ikan air tawar. Berikut daftar jenis ikan yang hidup dilingkungan air tawar :

        a)    Ikan Lele

Ikan lele merupakan ikan air tawar yang memiliki ciri tubuh agak pipih memanjang, berwarna abu-abu sampai kehitaman, kulit licin, serta memiliki kumis yang panjang. Contoh hasil olahan : pecel lele, abon lele, keripik kulit lele, lele asap, dll.




          b) Ikan mas

Ikan mas merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki ciri tubuh agak memanjang  dan memipih tegak, berwarna abu-abu mengkilap, tubuh ditutupi sisik, serta memiliki dua pasang kumis berukuran pendek. Contoh hasil olahan ikan mas diantaranya pepes ikan mas, pesmol ikan mas, dll.


        c) Ikan bawal

     Ikan bawal merupakan ikan air tawar yang memiliki ciri tubuh pipih dari samping tampak oval, berwarna kuning kemerahan (mirip piranha). Biasanya hidup secara berkelompok. Contoh hasil olahan ikan bawal diantaranya bawal asam manis, bawal bakar, dll.





Selasa, 05 Januari 2021

PENGOLAHAN BAHAN PANGAN HASIL PETERNAKAN DAN PERIKANAN (KD)

 

PENGOLAHAN BAHAN PANGAN HASIL PETERNAKAN DAN PERIKANAN (KD)




Indonesia negara yang memiliki sumber daya alam yang banyak. Kekayaan alam indonesia berupa sektor kekayaan migas, minyak bumi, bahan tambang, kekayaan alam non migas, pertanian, peternakan, dan perikanan. Sektor pertanian berupa sumber daya pangan 4 sehat 5 sempurna. Bahan pangan yang mempunyai kandungan mineral, vitamin, dan karbohidrat.

Pada pembelajaran di semester genap ini, kita akan mempelajari materi tentang pengolahan bahan pangan hasil peternakan dan perikanan. Namun sebelum masuk ke materi lebih lanjut, kita kenali dulu kompetensi dasar dari materi tersebut :

3.1

Memahami pengetahuan tentang prinsip perancangan, pembuatan, penyajian, dan pengemasan hasil peternakan (daging, telur, susu) dan perikanan (ikan, udang, cumi, rumput laut) menjadi makanan yang ada di wilayah setempat.

3.2

menganalisis prinsip perancangan, pembuatan, penyajian, dan pengemasan bahan pangan hasil peternakan (daging, telur, susu) dan perikanan (ikan, udang, cumi, rumput laut) menjadi produk pangan setengah jadi yang ada di wilayah setempat.

4.1

mengolah bahan pangan hasil peternakan (daging, telur, susu) dan perikanan (ikan, udang, cumi, rumput laut) yang ada di wilayah setempat menjadi makanan serta menyajikan atau melakukan pengemasan.

4.2

Membuat bahan pangan setengah jadi dari bahan pangan hasil peternakan (daging, telur, susu) dan perikanan (ikan, udang, cumi, rumput laut) yang ada di wilayah setempat serta menyajikan atau melakukan pengemasan.



PENGOLAHAN BUAH SEGAR MENJADI MAKANAN DAN MINUMAN (KD)

 

PENGOLAHAN BUAH SEGAR MENJADI MAKANAN DAN MINUMAN

 


        Negara Indonesia terkenal sebagai negara agraris yang menghasilkan beraneka produk pertanian dari tanaman nabati seperti buah-buahan dan sayuran. Kita sebagai warga Indonesia patut mensyukuri karunia Tuhan kepada tanah air kita. Buah dan sayuran sangat mudah tumbuh dan berkembang di tanah Indonesia. Buah dan sayuran yang tumbuh sepanjang musim di antaranya belimbing, jambu, nanas, pepaya, pisang, tomat, timun, wortel, dan sebagainya. Buah dan sayuran adalah sumber vitamin dan serat alami yang berguna bagi tubuh dan sangat baik bagi kesehatan.

        Pada semester genap ini kita akan mempelajari materi tentang pengolahan buah segar menjadi makan dan minuman. Sebelum masuk ke materi, terlebih dahulu kita akan pelajari kompetensi dasar dari materi pengolahan buah segar di bawah ini :

KD 3.1
Memahami rancangan pembuatan, penyajian dan pengemasan bahan pangan buah segar menjadi makanan dan minuman yang ada di wilayah setempat.

KD 3.2
Memahami rancangan pembuatan, penyajian dan pengemasan bahan hasil samping buah menjadi produk pangan yang ada di wilayah setempat.

KD 4.1
Mengolah bahan pangan buah segar menjadi makanan dan minuman sesuai pengetahuan rancangan dan bahan yang ada di wilayah setempat.

KD 4.2
Mengolah, menyaji, dan mengemas bahan hasil samping buah menjadi  produk pangan yang ada wilayah setempat.



PENGOLAHAN BAHAN PANGAN SEREALIA, UMBI, DAN KACANG-KACANGAN MENJADI MAKANAN ATAU MINUMAN (KD)

 

PENGOLAHAN BAHAN PANGAN SEREALIA, UMBI, DAN KACANG-KACANGAN MENJADI MAKANAN ATAU MINUMAN (KD)





        Pada pembelajaran kali ini kita akan mempelajari materi tentang pengolahan bahan pangan serealia, umbi dan kacang-kacangan menjadi makanan atau minuman. Sebelum masuk ke materi, terlebih dahulu kita kenali kompetensi dasar dari materi tersebut di bawah ini :

3.1

Menganalisis rancangan pembuatan, penyajian dan pengemasan bahan pangan serealia, kacang-kacangan dan umbi menjadi makanan dan atau minuman yang ada wilayah setempat.

3.2

Menganalisis rancangan pembuatan, penyajian, dan pengemasan bahan pangan serealia, kacang-kacangan, dan umbi yang ada di wilayah setempat menjadi produk pangan setengah jadi.

4.1

Mengolah, menyaji dan mengemas bahan pangan serealia, kacang-kacangan dan umbi yang ada di wilayah setempat menjadi makanan dan atau minuman sesuai rancangan.

4.2

Mengolah, menyaji, dan mengemas bahan pangan serealia, kacang-kacangan, dan umbi yang ada di wilayah setempat menjadi bahan pangan setengah jadi.




Selasa, 11 Agustus 2020

JENIS DAN KARAKTERISTIK KERAJINAN BAHAN KERAS

 

B. JENIS DAN KARAKTERISTIK KERAJINAN BAHAN KERAS

    

1.     Bahan Keras Alam

Bahan keras alam adalah bahan untuk karya kerajinan yang diperoleh dari alam sekitar dan merupakan sumber daya alam baik hutan, bumi, maupun perairan Indonesia. Sifatnya pejal, solid, kuat, padat, dan tidak mudah berubah bentuk. Contoh bahan keras alam yang kita kenal adalah kayu, bambu, rotan dan sebagainya.

Kerajinan yang terbuat dari benda keras memiliki kecenderungan kuat dan tahan lama bahkan bertahun-tahun lamanya. Apalagi jika dirawat dengan baik, kualitasnya tidak berubah seperti pada awalnya. Kebanyakan orang memilih benda keras untuk produk fungsional yang membutuhkan penggunaan penggunaan dalam waktu jangka panjang. Tentunya nilai produk kerajinan bahan keras juga mengikuti kualitasnya.

 

 

2.     Bahan Keras Buatan.

Bahan keras buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan bahan-bahan tertentu sehingga menjadi keras, dan memiliki sifat kuat dan tahan lama. Beragam karya kerajinan dari bahan keras buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa kaleng, kaca, dan sebagainya. Kaleng berasal dari logam besi tipis yang dilapisi timah, sifatnya ringan tapi kuat. Sedangkan kaca berasal dari pasir silika dan beberapa oksida, sifatnya transparan, tembus pandang, rentan, dan mudah pecah.

         

Keragaman bahan keras tentunya memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lainnya. Dibawah ini merupakan ciri-ciri dari bahan keras yaitu :

 

1.    Bahan Keras Alam

Bahan keras alam adalah bahan yang berasal dari sumber daya alam, hutan, bumi, dan laut yang bersifat keras.

a.      Kayu

ΓΌ  Kayu terdiri dari berbagai macam jenis, diantaranya: mahoni, pinus, jati, nangka, kelapa, lame, albasia, sungkai, kamper, meranti, dan sebagainya.

ΓΌ  Masing-masing kayu memiliki ciri yang berbeda. Tetapi selain keras rata-rata memiliki serat atau urat kayu yang indah.

ΓΌ  Memiliki lingkaran tahun.

ΓΌ  Tahan lama dan dapat dibentuk dengan diukir.

ΓΌ  Ada yang memiliki beban ringan seperti lame dan albasia, ada pula yang berat seperti jati.

ΓΌ  Sebagian dapat memuat karena perubahan suhu, tidak demikian untuk kayu jati.

 

b.     Bambu

ΓΌ  Batangnya kuat, namun akan terjadi pelapukan jika terkena air terus menerus.

ΓΌ  Memiliki rongga dari ukuran 1 cm hingga 20 cm sehingga dapat dibuat sebagai wadah dalam kerajinan.

ΓΌ  Memiliki ruas batang. Ruas inilah yang unik. Terkadang dalam pembuatan kerajinan sangat ditonjolkan.

ΓΌ  Tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas.

ΓΌ  Dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuhan.

 

c.      Rotan

ΓΌ  Batangnya kuat, lebih kuat dari bambu. Terutama serat batangnya sangat kokoh.

ΓΌ  Rotan yang dimanfaatkan sebagai kerajinan ada yang berongga dan ada yang tidak. Yang berongga mempunyai ukuran 1/2 cm hingga 1 cm. Sedangkan yang tidak berongga merupakan bagian dalam dari rotan.

ΓΌ  Memiliki ruas batang namun lebih samar dibanding bambu.

ΓΌ  Tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas.

ΓΌ  Dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuhan.

ΓΌ  Rotan memiliki bentuk yang panjang bisa mencapai 10 meter karena hidupnya menjalar dan melilit, sedangkan panjangnya selalu bertambah.


2.    Bahan Keras Buatan

Bahan keras buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dari beberapa bahan dan bersifat keras.

a.      Kaca

ΓΌ  Kaca wujudnya transparan dan bening.

ΓΌ  Ketebalanya bervariasi antara 1 mm-2 cm tergantung pada kebutuhan.

ΓΌ  Permukaanya licin dan kilap. Jika dilukis harus menggunakan cat khusus yang dapat menempel pada permukaan kaca.

ΓΌ  Kaca dapat dilebur dan dibentuk dalam kondisi panas.

 

b.     Logam

ΓΌ  Logam terdiri dari berbagai warna, ada yang perak, emas, ada yang kemerahan/kecoklatan, dan juga berwarna perak keabu-abuan.

ΓΌ  Bentuknya ada yang tebal dan berat, adapula yang pipih dan tipis lagi ringan.

ΓΌ  Logam mudah terkorosi oleh udara, maka kadang dilapisi dengan krom atau lapisan emas murni. Ada pula yang melapisinya dengan cat. Oleh sebab itu perawatan pada produk kerajinan logam cukup membutuhkan perhatian agar tidak pudar.


πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

TUGAS : PELAJARI MATERI DI ATAS LALU BUAT RESUME DI BUKU TULIS !


 

KERAJINAN ROTAN

  KERAJINAN ROTAN Rotan merupakan palem berduri yang memanjat dan hasil hutan bukan kayu yang terpen- ting di Indonesia. Bagi...